Postingan

Not A Word

Gambar
Nothing to say. Not a word can explain these. For now. Yes, it is just for now. I am going to do what I mean to do for now. I just belive that someday, somehow I will understand (and clearly) these. Allah never let me be alone. He always listen to me, whatever it is.     

Sa, Main Yuk!

'Main yuuuk...' siapa yang gak seneng denger kata itu? Gue juga seneng. Tapi, gue punya batasan tertentu tentang main. (oke, batasan dari Bapak sama Mama) Jadi begini ceritanya, temen gue yang kuliah di luar kota cuma ada sedikit waktu di rumah. Temen gue yang lagi kerja ngajak main, tapi karena dia kerja jadi bisanya ya setelah dia pulang kerja. Ya, pasti sore lah.. Gue gak bisa kalau main sampe malem, jam 10 biasanya gue paling enggak udah di jalan pulang. Gue pengen ikut main, tapi ya gimana.. Gue gak bisa kalau main sampe malem, sedangkan temen2 gue ini fine aja kalau main sampe malem. Kebetulan malam itu juga Mama mau ngaji dan adek gamau ditinggal sendiri di rumah. Jadilah gue memilih untuk gak ikut main. Padahal, ya gue juga pengen main.  Mama dulu juga pas masih muda susah banget untuk diizinin main ke luar sama Nenek, kata Nenek ' nanti kalau kamu udah punya suami, main sana sama suami kamu kemana aja '. Terdengar menjanjikan ya? Ya, Mama juga mikir git...

Bismillah

Gambar
Bismillahirahmanirahim. Mencoba untuk jadi lebih baik itu banyak caranya, bukan hal yang mudah juga untuk melakukannya. Oke, ditahap ini pun rasanya gue tetap mencoba untuk jadi lebih baik. Lebih sering nangis sendirian. Dan kalau udah ketemu orang lain, biasa aja.. Cenderung untuk gak bisa bersedih hati ( yampun bahasanya, sa ). Yah, kalau ditanya kenapa, gue juga gatau kenapa... Gue baca tweet dari Ust. Wijayanto, intinya ketika kita ingin Allah berbicara pada kita, bacalah Al-Qur'an dan jika kita ingin berbicara dengan Allah, maka shalat lah.   

Strong Enough? InsyaAllah.

Gambar
Kalau ada yang bertanya apa rasanya, well, sulit untuk diungkapkan. Kalau yang gue ucapin ke senna adalah ' permen nano nano '. Dan ada yang bilang "lo kuat banget sa" yang ada di benak gue adalah " really? " setelah itu adalah "alhamdulillah, amin kalau gitu". Tapi, benar kah gue sekuat itu? Ntah lah, ada perasaan menolak merasa kuat di diri gue. Tapi, memang begini... Gue merasa kurang atau bahkan engggak pantas untuk nangis di depan umum. Kenapa? Karena menurut gue yang tau pasti apa yang kami rasakan cuma diri kami dan Allah. Ya. Dan yang lain? Kalau pun merasa mengerti, pasti gak se-memahami kami. Gue cuma bisa berpasrah diri sama Allah. Keputusan ini gue yakin sudah dipikirkan baik2 sampai ke setiap detail. Ya, gak ada yang bisa mastiin gimana langkah kami selanjutnya. Apa yang akan terjadi di depan nanti. Sampai pada titik ini, hanya cerita dan ber'dialog' sama Allah aja yang bikin gue bisa lebih tenang melalui ini semua. Kala...

Kuliah dan Kost

Gambar
Kuliah dan ngekos itu dulu waktu jaman SD SMP gak terlintas di pikiran gue. Begitu SMA gimana, sa? Hem.. Samar. Karena yang ada di pikiran gue waktu itu adalah fokus ' menjadi psikolog ', ' menjadi mahasiswa psikologi ' atau ' masuk fakultas psikologi, UI kalau bisa '. Ternyata, perjuangan gue kurang serius -,- gue gak masuk fakultas psikologi. Apalagi UI. Nah, karena itu juga selam perjuangan itu, gue daftar di beberapa universitas swasta. Ada beberapa yang udah keterima.. Tapi, kurang sreg. Dan jeng jeng Bapak bawain print-an sekolah tinggi kedinasan se-Indonesia dan minta gue untuk daftar di salah satunya. Dan, kenapa gue milih di Jakarta Pusat ini? Alasan pertama, adalah karena Mama masih gak merelakan gue kalau kuliah jauh ke luar kota, takutnya kalau ada apa-apa gak bisa dipantau dengan mudah. Kedua, ini sekolah yang mempelajari bidang industri. Kenapa industri? Karena, setelah merasa lelah dengan belajar-tes-check-belajar-tes-dst ngotot dengan psikolgi,...

Clarification

Hubungan yang dijalanin itu harus ky apa sih? Selalu dekat? Atau selalu smsan? Atau apa? Setiap orang cara jalaninnya beda-beda. Begitu juga gue, ya.. mungkin orang sering aneh liat cara gue ngejalanin semua ini sama Ressa. Kita gak smsan sesering dulu waktu kita SMA. Ya, karena keadaan sekarang udah beda, jadi taruna kan gak se-bebas anak kuliahan biasa. Terus banyak yang mempertanyakan: 'Gimana bisa bertahan?' Nah, kalau gue balik tanya, bertahan atas apa? Keadaan yang ky gini? Gue masih suka ketemu Ressa kok, gak rutin sih.. Tapi, gue komunikasi masih dianggap rutin lah, insyaAllah gue komunikasi tiap minggu. Terus apa lagi? Bertahan dari gak terus2an di sms? Hem, karena gue udah dibiasain mungkin. Ya, terbiasa gak selalu di sms udah lebih dari setahun. Susah? Hem, ya at least I can do it . :)  'Sayang gak sama Ressa? Atau Ressa sayang gak sama lo?' Untuk pertanyaan pertama mungkin gak usah dijawab panjang lebar ya.. Toh, kalau kenal gue secara pribadi pasti bi...

For Me. Learn And Love.

Gambar
Me. All I am sure about is I am so much happy to know him. And also happier to be with him. Really? For sure. I don't say that we didn't argue much. We argue for many things. Even for little things. Do we meet a lot? Few years ago, we met almost everyday. Nowadays? We meet, just if the time is right. Why? Everything can change. So do we. So the way we see our relationship. We are at the same age. Okay, I am older for a month plus a day. Is that a problem? If we are in the same age? I don't see it as a problem. I also read an article about "having a relationship with man in the same age". They said that the negative thing is we equally selfish. Are we? For me, it depends on how you see your relationship with your partner.  Partner! Haha. I don't know why but I love that word. Sounds like very real, not only for the good time, but also in a bad time. I don't know exactly what is the right thing to do when you are in love. Every person has different w...